<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685</id><updated>2011-09-01T18:44:01.480+10:00</updated><title type='text'>LAYAR TANCAP</title><subtitle type='html'>&lt;b&gt;&lt;u&gt;LAYAR TANCAP&lt;/u&gt; adalah pemutaran film gratis untuk umum di lapangan terbuka. Biasa dilakukan oleh perusahaan jamu sebagai salah satu kegiatan promosi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya suka menonton film, dan saya mengoleksi banyak film.  Situs ini berisi catatan tentang film yang saya tonton dan semua ide yang berkaitan dengannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Situs ini terbuka: siapapun boleh datang, membuka, membaca, dan berkomentar. Anggap saja Anda sedang pergi menonton &lt;u&gt;LAYAR TANCAP&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-114265529215225859</id><published>2006-03-18T15:14:00.000+11:00</published><updated>2006-03-18T15:56:59.803+11:00</updated><title type='text'>Adakah Film Politik Indonesia?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ada suatu waktu, Amerika Serikat dipimpin oleh seorang presiden yang super korup. Ketika sang presiden sedang melakukan affair dengan sekretarisnya, ia terkena stroke berat, dan langsung koma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dave, seorang agen tenaga kerja baik hati yang kebetulan wajahnya sangat mirip dengan sang presiden, disewa oleh dua orang staf Gedung Putih untuk berperan sebagai presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, presiden aspal ini kan dibiarkan berkuasa beberapa minggu, kemudian direkayasa agar menunjuk wakil presiden baru. Kemudian, sang presiden akan "mengalami" stroke lagi, sehingga wapres yang baru itu bisa naik menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hanya saja, Dave yang sangat jujur dan baik hati mengacaukan rencana itu. Kesempatan menjadi presiden aspal digunakannya untuk merubah aturan yang salah dan membuat kebijakan yang sesuai hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cerita selanjutnya? Silakan cari VCD atau DVD-nya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But I don't think you can find it in Indonesia&lt;/span&gt;. Maklum, ini film yang cukup lama (1993). Dan rasa-rasanya thema film ini tidak cukup menarik perhatian untuk dibajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dave&lt;/span&gt; (dibintangi Kevin Kline) di atas adalah salah satu dari beberapa tema politik yang diangkat ke layar lebar dengan sentuhan komedi. Film yang senada antara lain: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Distinguised Gentleman &lt;/span&gt;(Eddie Murphy) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Head of State&lt;/span&gt; (Chris Rock). Selain ketiga judul tersebut, masih banyak film yang mengangkat tema politik, namun digarap ke dalam genre drama yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya "terpikir-pikir lama" (meminjam istilah yang suka dipakai oleh almarhum Umar Kayam) adalah: mengapa sangat sedikit film Indonesia yang bertema politik? Di luar film-film sejarah (setengah propaganda) macam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Janur Kuning&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemberontakan G30S/PKI&lt;/span&gt;, saya sulit menyebutkan satu judul film yang berbicara tentang realitas politik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Apakah karena kekurangan ide cerita? Ah, kayaknya sih enggak. Malahan, dunia politik Indonesia beserta semua tingkah laku para aktornya merupakan gudang cerita yang tak akan pernah habis untuk ditimba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah karena tema politik merupakan tema yang dianggap "sakral", yang tabu untuk diangkat menjadi sumber inspirasi bagi sebuah karya seni pertunjukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya enggak juga. Buktinya banyak drama (ingat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teater Koma&lt;/span&gt;-nya N. Riantiarno?), cerita ketoprak, maupun wayang yang mengangkat masalah politik tanpa sungkan. Bahkan seringkali cukup berani untuk mengolok-olok para politisi dan mengkritisi penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah, para politisi kita (di pusat maupun daerah) masih belum siap untuk melihat eksistensi mereka dijadikan bahan tontonan? Mungkin ini alasannya. Kalau melihat bagaimana sikap para politisi ketika mendapatkan kritik, ketika mengkaji cara mereka berkelit ketika terjadi kesalahan, ketika mencermati cara mereka menggunakan kekuasaan untuk mengintimidasi; boleh jadi ini yang menjadi sebab utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan film merupakan kegiatan padat modal, dan setiap produser tentu saja berharap bisa mendapatkan kembali investasinya, syukur-syukur ada keuntungan dari sana. Kalau suatu tema masih dipandang beresiko tinggi untuk menimbulkan reaksi negatif, tentu penggagasnya akan berpikir sangat-sangat panjang sebelum melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sutradara yang mau terganggu syutingnya gara-gara dihentikan polisi atau satgas partai. Belum ada aktor atau aktris yang siap mental untuk dihujat di media massa, dikirimi sms berisi ancaman, ditelepon orang tak dikenal malam-malam, atau malah mendapat paket berisi bom. Ketika kepastian hukum masih belum terjamin, siapakah yang berani mengambil resiko?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang pernah bilang, bahwa seni pertunjukan (termasuk film) itu seumpama cermin. Media untuk melihat wajah sendiri. Kalau orang tidak siap untuk melihat dirinya sendiri di cermin, maka itu berarti ia merasa ada yang kurang atau salah dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah minimnya film Indonesia bertema politik mengindikasikan kita belum siap untuk melihat kenyataan praktek politik praktis di negara kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Bagi yang berminat dengan topik film dan politik, silakan tengok website &lt;a href="http://www.geocities.com/%7Epolfilms/"&gt;Political Film Society&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-114265529215225859?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/114265529215225859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=114265529215225859' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114265529215225859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114265529215225859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2006/03/adakah-film-politik-indonesia.html' title='Adakah Film Politik Indonesia?'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-114170822562458373</id><published>2006-03-07T15:18:00.000+11:00</published><updated>2006-06-15T15:51:44.316+10:00</updated><title type='text'>Oscar vs Scorsese</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;alam upacara penyerahan piala Oscar 2006, presenter Jon Stewart melontarkan komentar ini: "Martin Scorsese ZERO, Three 6 Mafia ONE!". Three 6 Mafia adalah pemenang Oscar untuk kategori Original Song (berjudul "Its Hard Out Here For A Pimp" dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Hustle &amp; Flow&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;). Mereka baru pertama masuk nominasi, dan langsung pulang mengantongi penghargaan bergengsi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebuah ironi, memang. Sutradara sekaliber Martin Scorsese belum pernah satu kalipun memenangkan piala Oscar, sekalipun sudah masuk nominasi 6 kali (sejak tahun 1980 untuk film &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Raging Bull&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, sampai tahun 2005 untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;The Aviator&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Martin Scorsese sangat produktif. Ia menyutradari 42 film (film panjang, dokumenter, maupun program TV) sejak tahun 1959 sampai sekarang. Itu berarti, ia konsisten berkarya selama 47 tahun! Empat karya pertamanya berupa film pendek. Film panjang pertama yang disutradarinya berjudul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Who's That Knocking at My Door&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (1967). Daftar panjang sepak terjang Scorsese bisa dilihat di situs &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000217/"&gt;IMDb&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satu ciri khas Scorsese adalah (minimal dalam pandangan saya): ia tidak pernah membuat film "lunak". Semua film-nya bertema berat. Mulai dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Taxi Driver&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Raging Bull&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Goodfellas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Cape Fear&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Casino&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;; semua menghasilkan "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;dark feeling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;" bagi penontonnya. Salah satu film yang mengundang kontroversi sangat besar adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;The Last Tempation of Christ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (1988). Scorsese sendiri pernah berkata: "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because of the movies I make, people get nervous&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah karena ciri khas itu maka dewan juri Academy Award tidak pernah memilihnya? Saya tidak tahu. Semoga tahun depan Scorsese kembali masuk nominasi dan memenangkan Oscar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;He deserve it&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-114170822562458373?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/114170822562458373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=114170822562458373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114170822562458373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114170822562458373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2006/03/oscar-vs-scorsese.html' title='Oscar vs Scorsese'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-114118475562417548</id><published>2006-03-01T14:44:00.000+11:00</published><updated>2006-03-06T16:40:49.590+11:00</updated><title type='text'>Antara Novel dan Film</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;alah satu sumber inspirasi cerita film adalah: buku, entah non-fiksi (karya jurnalistik, sejarah, atau biografi) maupun fiksi (novel, cerita pendek, atau cerita bersambung). Oleh karena saya juga suka membaca, maka seringkali saya menonton film yang diangkat dari buku (terutama novel) yang juga saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya lebih dahulu membaca novelnya, dan baru kemudian menonton filmnya. Atau kebalikannya, gara-gara menonton film, saya jadi terdorong untuk membaca novelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ternyata film yang diangkat dari sebuah novel itu sama bagusnya (tentu saja ini ukuran subyektif saya, lho) dengan cerita di novel aslinya, maka nggak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susahnya, saya lebih sering ketemu dengan film yang saya nilai tidak bisa mewakili kualitas novelnya. Akibatnya, pulang dari nonton bukannya terhibur, tetapi malah kecewa berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, ketika saya membaca sebuah novel, di benak saya tergambar sosok tokoh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt;, dan adegannya. Dan ketika apa yang sudah terbayangkan itu tidak sama dengan apa yang disajikan di dalam film, terjadilah kesenjangan imajinasi yang menimbulkan kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kadang, sebaliknyalah yang terjadi. Oleh karena pernah menonton suatu film, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image &lt;/span&gt;yang ada di film itu kemudian mewarnai imajinasi saya ketika membaca novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, saya sangat menyukai serial TV &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The X-Files&lt;/span&gt;. Di film seri itu, ditampilkan tokoh Assistant Director Skinner, yang menjadi atasan Mulder dan Scully. Image Pak Skinner ini begitu kuat tertempel di benak saya, sehingga ketika saya membaca tentang Assistant Director Crawford (bossnya Clarice) dalam novel &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Silence of The Lamb&lt;/span&gt;, profil Skinner-lah yang muncul di bayangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar film yang sama asyik dengan novelnya*: &lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: verdana;"&gt;   &lt;li&gt;Jurasic Park&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Silence of The Lamb&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Hannibal&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Forrest Gump&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;The General's Daughter&lt;br /&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Daftar film yang kalah asyik dibanding novelnya*:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: verdana;"&gt;   &lt;li&gt;Timeline&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;The Chronicles of Narnia&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Clear and Present Danger&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Patriot Games&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Catch Me If You Can&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;The Hunt of The Red October&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Harry Potter (semuanya)&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;The Lost World&lt;br /&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;* kriteria penilaian daftar di atas adalah selera pribadi saya, lho.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-114118475562417548?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/114118475562417548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=114118475562417548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114118475562417548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114118475562417548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2006/03/antara-novel-dan-film.html' title='Antara Novel dan Film'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-114110113203408461</id><published>2006-02-28T15:26:00.000+11:00</published><updated>2006-02-28T15:34:53.416+11:00</updated><title type='text'>10 Film Favorit</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;I&lt;/span&gt;ni daftar 10 film yang paling saya sukai.  Kriterianya gampang: sudah saya tonton lebih dari 5 kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Sleepless in Seattle&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;You've Got Mail&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;When Harry Met Sally&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Dead Poet Society&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Finding Forrester&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Good Will Hunting&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Thomas Crowne's Affair (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;versi Pierce Brosnan&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Indiana Jones Trilogy (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terutama The Last Crusade&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;   &lt;li style="font-family: verdana;"&gt;Ronin&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Golden Eyes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-114110113203408461?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/114110113203408461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=114110113203408461' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114110113203408461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114110113203408461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2006/02/10-film-favorit.html' title='10 Film Favorit'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-114057101868574099</id><published>2006-02-22T12:11:00.000+11:00</published><updated>2006-02-24T11:27:07.446+11:00</updated><title type='text'>Pelayanan Prima di "Geisha"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;khirnya, jadi juga saya pergi menonton &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Memoirs of a Geisha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Sebenarnya, sudah sebulan lebih film itu diputar di bioskop-bioskop di Newcastle, namun baru kemarin malam saya punya waktu untuk menonton. Dengan seorang teman, saya pergi ke cineplex Greater Union di Glendale. Hanya ada dua kali pemutaran: jam 1.30 siang dan 8.50 malam. Kami pergi ke pertunjukan malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sampai di gedung bioskop, suasana sepi. Maklum, kami datang pada hari Senin--hari pertama kerja dan sekolah, hari sepi untuk bisnis restoran dan hiburan. Hampir 5 menit menjelang jam pemutaran dimulai, belum nampak satu orang pun yang datang setelah kami. Dan benar juga, hanya kami berdua yang menonton di dalam teater berkapasitas 150 orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Film mulai, dan kami berdua pun dibawa oleh Rob Howard mengintip sepenggal kebudayaan Jepang pra Perang Dunia II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, saya tidak akan melakukan resensi atas film ini; ataupun berkomentar atas budaya Geisha. Kedua topik itu menjadi pudar karismanya oleh sebuah insiden di tengah pemutaran itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu saat, di tengah-tengah film berlangsung--pada adegan Sayuri yang beranjak dewasa sedang melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;on the job training&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; di sebuah restoran, tiba-tiba terjadi gangguan pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;soundtrack&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; film itu. Suaranya menjadi pecah, tidak enak di telinga, sangat mengganggu kenikmatan. Untunglah, gangguan itu hanya berlangsung selama sekitar 2 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Namun, bukan itu yang berkesan bagi saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beberapa detik setelah gangguan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;soundtrack&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; itu diperbaiki, seorang petugas Greater Union masuk ke dalam teater. Dengan lampu senternya yang menyala lembut, ia mencari tempat duduk kami--yang cuma 2 gelintir penonton itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika ia menemukan kami, petugas yang masih muda itu pun dengan sangat sopan meminta maaf kepada kami oleh karena sudah terjadi gangguan pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;soundtrack&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang menggangu kenikmatan kami dalam menonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya benar-benar surprised dengan tindakan yang sederhana itu. Tindakan yang mencerminkan sebuah budaya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;customer service&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang prima. Tindakan sederhana yang mencerminkan betapa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;care&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;-nya pengelola gedung bioskop itu kepada konsumennya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya jadi malu kalau mengingat budaya pelayanan konsumen di Indonesia. Entah di sektor pemerintahan maupun swasta, kita masih sangat jauh tertinggal. Mentalitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;EGP&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (Emang Gue Pikirin) dari para penyedia jasa begitu kentalnya. Mungkin karena merasa jauh lebih banyak yang membutuhkan jasa daripada yang menyediakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-114057101868574099?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/114057101868574099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=114057101868574099' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114057101868574099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/114057101868574099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2006/02/pelayanan-prima-di-geisha.html' title='Pelayanan Prima di &quot;Geisha&quot;'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-112415973661903909</id><published>2005-08-16T12:27:00.000+10:00</published><updated>2005-08-16T13:31:11.766+10:00</updated><title type='text'>Film Cinta yang Cerdas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;B&lt;/span&gt;aru-baru ini, saya menonton &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;You've Got Mail&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; lagi. Mungkin ini yang ke-5 kalinya. Kenapa sampai berulang kali? Well, film ini meramu 4 hal yang kebetulan sangat saya senangi: buku, internet, pasangan Tom Hanks-Meg Ryan, dan Nora Ephron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, Anda kenal dengan Tom Hanks dan Meg Ryan. Tapi Nora Ephron, tak banyak orang yang mengenalnya, padahal dia adalah tokoh perfilman yang cukup disegani di Holywood. Ia berperan sebagai sutradara, produser, dan penulis skenario dalam beberapa film laris: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;When Harry Met Sally&lt;/span&gt; (1989), &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sleepless in Seattle&lt;/span&gt; (1993), &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Michael&lt;/span&gt; (1996), dan yang baru saja beredar &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bewitched&lt;/span&gt; (2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan terbesar Nora adalah pada penulisan skenario, khususnya untuk genre komedi romantis. Majalah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;TODAY&lt;/span&gt; menyebutnya sebagai "Queen of romantic comedy". Saya sangat setuju dengan sebutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang paling berkesan bagi saya dari film-film Nora Ephron, maka itu adalah: percakapan yang cerdas di antara para tokoh ceritanya. Mungkin latar belakangnya sebagai jurnalis dan penulis essay-lah yang membuatnya mampu mereka-reka percakapan yang tidak cengeng, tidak berbunga-bunga, berisi, namun tetap romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya, coba cari film-film yang saya sebutkan di atas; kalau bisa, cari dalam format DVD (bukan yang bajakan, tentunya), supaya Anda bisa menampilkan subtitle bahasa Inggrisnya. Maka Anda pasti akan setuju dengan pendapat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, betapa saya merindukan lebih banyak lagi kisah cinta yang cerdas di dalam film dan sinetron Indonesia. Saya sudah bosan dengan dialog yang mengada-ada, yang tidak membumi, yang nyinyir dan cengengnya setengah mati. Saya tahu, tidak semua penonton memiliki selera seperti saya. Namun, saya yakin juga, banyak orang yang sependapat dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;PS: &lt;/span&gt;Jangan bilang siapa-siapa ... saya sudah menonton &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sleepless in Seatle&lt;/span&gt; lebih dari 10 kali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-112415973661903909?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/112415973661903909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=112415973661903909' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/112415973661903909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/112415973661903909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2005/08/film-cinta-yang-cerdas.html' title='Film Cinta yang Cerdas'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15405685.post-112398828965862321</id><published>2005-08-14T12:44:00.000+10:00</published><updated>2005-08-16T13:32:02.840+10:00</updated><title type='text'>Layar Tancap</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ggak tahu, deh&lt;/span&gt;. Apa sekarang masih ada pabrik jamu yang memutar Layar Tancap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 70-80an, layar tancap adalah fenonema yang mudah ditemui, terutama di kampung, di daerah yang tidak memiliki gedung bioskop. Daerah-daerah di pelosok yang hanya dijamah oleh para pekerja marketing perusahaan jamu yang memiliki jiwa adventurer sekaligus interpreneur. Mereka yang selalu siap menembus hutan, menyeberang jembatan reot, masuk ke desa terpencil. Meminjam kalimat Capt. Kirk di STAR TREK: "To boldy go to where no gedung bioskop have gone before!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan para petugas Tim Pencari Fakta kasus Bom Palu atau aktivis LSM, kedatangan tim Layar Tancap ini boleh dikatakan tidak pernah menghadapi resistensi dari penduduk lokal. Bahkan, mereka akan disambut dengan antusias. Anak-anak akan berlari dibelakang mobil promosi mereka, berebut leaflet film dan produk yang mereka sebarkan. Ibu-ibu di rumah, bapak-bapak di sawah, dan penggembala kerbau di lapangan akan memberi respon yang sama: melambaikan tangan ke arah mobil itu, sembari menata ulang agenda mereka: "Batalkan semua acara malam nanti. Layar Tancap is coming to town!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, malam harinya: Layar Tancap terbukti merupakan fenomena yang sungguh seronok. Bayangkan saja ... udara cerah walau agak dingin, tak ada mendung, bintang-bintang nampak jelas di langit. Lapangan sepak bola atau halaman balai desa yang gelap, hanya diterangi oleh lentera atau lampu petromaks dari gerobak pedagang kaki lima di pinggir lapangan: penjual bakso, kacang rebus, minuman panas, dan mainan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk satu desa, dan seringkali ditambah penduduk desa-desa sekitarnya, berjubel di sana. Dari manula sampai balita, terbungkus baju hangat, sweater, jaket, kain batik, sarung, atau "kamli" (selimut dari bahan kain katun putih dengan garis-garis hitam atau biru tua, seperti yang biasa dipakai di rumah sakit). Beberapa ibu memeluk dan meneteki bayi mereka, para bapak dan kakek berjongkok atau "nglesot" sambil "klepas-klepus" menghisap rokok kretek, anak-anak berebut tempat paling depan, dan para pemuda-pemudi duduk berdampingan: mencari kesempatan untuk cubit-cubitan dan senggol-senggolan dalam gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manapun mereka duduk, mereka akan menghadap ke satu arah: benda yang akan menyedot perhatian mereka selama beberapa jam ke depan. Selembar kain putih yang dibentangkan 2 meter di atas tanah, diikat kuat dengan tali plastik pada dua bilah bambu panjang. Kain putih yang selalu bergoyang, dan kadang menggembung seperti layar perahu, ketika angin yang agak keras berhembus. Selembar kain putih mati yang akan menjadi bernyawa dan punya daya sihir, ketika sorot lampu proyektor mengenainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang masih sibuk ngobrol, beberapa anak masih berlarian, pemuda-pemudi masih saling lempar senyum dan lirikan, ketika slide-slide pesan pembangunan ditayangkan. Maklum, mereka sudah hafal isinya yang klise: mulai dan reboisasi sampai Keluarga Berencana; dari ajakan menanam Lamtoro Gung sampai penggunaan urea tablet. Oh, mereka sudah kenyang mendengar itu semua dalam Temu Desa, pertemuan Kelompok Tani, atau acara penyuluhan yang disampaikan petugas dari Departemen Pertanian atau Kantor BKKBN. Sekalipun klise, sekalipun tidak ada lagi orang yang memberi perhatian, toh slide-slide itu ditayangkan juga. Kita sedang membangun negeri ini, Bung! Maka apapun acaranya: pesta kawin atau jualan jamu, yang namanya Komunikasi Pembangunan harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi kedua jauh lebih menarik: promosi produk jamu terbaru. Diiringi lagu dangdut yang diputar dalam volume maksimum dan beberapa orang cebol yang berjoget sambil membagi-bagi sampel, staf marketing perusahaan mulai menjelaskan khasiat setiap jamu satu persatu: menyembuhkan masuk angin, menghilangkan sakit gigi, mengatasi keputihan dan terlambat datang bulan, meredakan pegal linu, melancarkan aliran darah, dan tentu saja ... menambah vitalitas pria: "Minum jamu ini, maka Bapak-bapak akan menjadi kuat, seperti Raden Gatotkaca!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima-belasan menit promosi berlangsung, setelah semua produk dibahas satu persatu dengan detil dan bombastis, setelah orang mulai bosan melihat joget orang-orang cebol, dan setelah beberapa pemuda berteriak: "Ayo, putar filmnya!"; maka sang petugas marketing pun mengucapkan the magic words: "Mohon para penonton tenang. Film segera diputar. Dan selama pemutaran film, kami akan siap melayani bapak ibu yang ingin merasakan khasiat jamu produk perusahaan kami. Silakan datang ke mobil promosi, bapak ibu bisa langsung minum jamu yang kami siapkan di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton mendadak menjadi tenang ... tiba-tiba saja, suara jengkerik bisa terdengar. Tak ada yang bersuara, kecuali bunyi proses pemasangan roll seluloid ke proyektor. Tanpa sadar, jantung para penonton berdebar sedikit lebih kencang; mungkin beberapa anak menahan nafasnya. Dan akhirnya ... film dimulai! Penonton bertepuk tangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam kemudian ... semua penjahat sudah dikalahkan; Barry Prima menunggang kuda dan melambaikan tangan; Eva Arnaz, dengan baju yang sobek di sana-sini (tuntutan skenario untuk memamerkan kulitnya yang putih), menitikkan air mata melihat sang pahlawan harus pergi. Lampu proyektor pun padam. Penonton menghela nafas lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada batasan umur, tidak ada sensor. Semua penduduk, dari manula sampai balita, menonton film yang biasanya ber-rating 17 tahun ke atas. Layar Tancap, tontonan rakyat yang demokratis ... dan gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggak tahu, deh&lt;/span&gt;. Apa sekarang masih ada pabrik jamu yang memutar Layar Tancap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita tinggal di masa yang kaya dengan hiburan dan tontonan; di mana hampir setiap rumah memiliki pesawat TV. Ada 10 stasiun TV swasta berebut perhatian dan iklan (dan TVRI kedodoran berlari di belakang mereka). Dengan membayar 15 ribu rupiah, orang bisa menyewa VCD player berikut 10 film (film porno-nya juga ada, lho) untuk semalam suntuk. Rental video game dan playstation menjamur di mana-mana, dan tiap malam minggu ada acara wayang kulit atau wayang golek sampai pagi di Indosiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah perusahaan jamu yang masih memiliki mobil dan kru Layar Tancap? Yang siap pergi di setiap akhir pekan: menembus hutan, menyeberang jembatan reot, masuk ke desa terpencil. To boldy go to where no new media have gone before?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15405685-112398828965862321?l=layartancap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://layartancap.blogspot.com/feeds/112398828965862321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15405685&amp;postID=112398828965862321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/112398828965862321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15405685/posts/default/112398828965862321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://layartancap.blogspot.com/2005/08/layar-tancap.html' title='Layar Tancap'/><author><name>Hast</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
